Kategori
Spoken Words

Maaf Perempuan, Masih Belum

Setahun sekali dirayakan hari biasa yang dibuat meriah.
Maaf perempuan, hanya saja jiwa maskulinku masih membuncah.
Hari perempuan internasional dirayakan oleh berbagai latar adat dan budaya.
Perempuan, laki-laki, anak, lansia bersama membawa narasi yang bisa berbahaya.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

#SadariAnak – Penguatan dan Konsekuensi

Orangtua sibuk bermain Puzzle-Dokumentasi Pribadi

Tulisan ini nantinya akan menjadi tulisan dengan episodenya masing-masing. Saya buat seri tulisan ini untuk kita lebih sama-sama banyak belajar tentang anak. Pengetahuan tentang anak terus berkembang, apa yang kita rasakan saat usia anak-anak bisa menjadi tidak relevan lagi sekarang, dan itu bukan hal yang harus ditakutkan. Saya yakin sudah banyak orangtua atau calon orangtua yang terus mengembangkan pengetahuannya tentang pola asuh dan juga dunia anak.

Saya juga menulis dengan prinsip bahwa “Anak tidak bisa memilih orangtuanya, tetapi orangtua bisa memilih untuk menjadi seperti apa untuk anaknya.” Saya tulis juga dengan bercermin pada kasus-kasus anak yang diamanahkan untuk saya bantu tangani, yang sebagian besar ada pengaruh keluarga di dalamnya.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Mengamati Kondisi Diam

Saya sering mendapatkan kesempatan mengamati interaksi antara anak-anak dengan orang tuanya, anak-anak dengan teman sebayanya, anak-anak dengan pembina termasuk pekerja sosial ada di situ. Hal yang menarik adalah adanya diam. Kediaman yang terjadi bisa karena banyak hal. Persepsi orang akan berbeda akan diam yang ditunjukkan oleh lawan bicara. Orang bisa saja menganggap diam yang ditunjukkan adalah keengganan dari lawan bicaranya untuk menanggapi hal yang sedang dibicarakan. Bisa saja orang marah karena ini. Bisa juga orang bingung karena kediaman ini. Pernah juga kediaman yang terjadi disepelekan. Biasanya saya lihat di interaksi antara orang tua dengan anak.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Pekerja Sosial Anak dan Batu Sandungnya

Pekerja sosial dengan segala bentuk setting penanganannya menyimpan cerita-cerita menarik. Saya berani bertaruh setiap pekerja sosial tidak akan memiliki pengalaman yang sama meskipun menangani klien yang sama. Setiap orang punya perspektif sendiri dalam menerjemahkan dan menelaah profesi ini, meskipun dengan undang-undang yang telah disahkan. Kebetulan saya sekarang bekerja di setting anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Paramita” Mataram. Ada tiga hal yang berdasarkan pengalaman saya yang sedikit ini, yang sering menjadi sandungan dalam bekerja sebagai pekerja sosial di setting anak.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Lima Tahapan yang Tidak Bertahap untuk Menerima

Photo by Felipe Vallin on Pexels.com

Kita, berarti termasuk saya dan kamu. Meskipun berbeda-beda tetapi ada saja hal yang membuat kita semua ini terkoneksi. Salah satunya adalah grieving atau duka atau kesedihan. grief itu universal dan saya rasa setidaknya sekali dalam hidupnya pernah mengalami dan merasakan grief atau kesedihan ini. Biasanya sebagai respon terhadap penyakit yang kronis pada diri sendiri, kehilangan sebuah hubungan yang dekat, atau bahkan sampai kematian dari seseorang yang penting untuk kita. Kubler-Ross pada tahun 1969 mencoba menjelaskan tentang tahapan ini, dalam bukunya “On Death and Dying“.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Relasi Kuasa

Jadi begini.
Topik tentang relasi kuasa ini terus menerus terngiang di benak saya. Sejak tahun lalu saat ada kesempatan bekerja di SNPHAR (Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja) hasil kerjasama antara berbagai pihak. Saat itu pelaksanaan survei ini dinaungi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.