Menormalkan Kematian bagi Anak

Saya pernah membaca sebuah puisi yang berjudul Childhood is the Kingdom Where Nobody Dies. Lalu bagaimana bila ada kematian di kerajaan itu? Utamanya di tengan pandemi seperti ini. Kekhawatiran banyak orang muncul dengan diumumkanya pembukaan sekolah-sekolah berdasarkan kesepakatan bersama dari teman-teman Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan juga Kementerian Kesehatan.

Dunia memasuki tatanan normal baru. Indonesia juga termasuk di dalamnya. Banyak yang harus dipaksa berubah. Seperti biasanya juga, perubahan tidak pernah menjadi hal yang mudah. Apalagi perubahan yang harus dipahami dan dijalankan oleh anak-anak.

Anak dalam masa perkembangannya belajar mengenai konsep sakit dan kematian. Saat masuk usia sekolah, setidaknya anak-anak sudah memahami konsep-konsep tersebut. Anak akan tahu saat seorang manusia sakit salah satu ujung akhirnya adalah kematian. Beberapa anak belajar hal ini lebih cepat dari yang lainnya.

Lanjutkan membaca “Menormalkan Kematian bagi Anak”

maaf mas dan mbak, saya bukan hanya angka-angka

Jujur saja, saya bukan orang pertama yang akan dicari oleh teman-teman apabila mereka mencari pembenaran dari keputusan yang akan mereka ambil, dan mereka sudah tahu itu. Mereka akan menghubungi saya apabila ingin dapat perspektif lain dari berbagai pandangan positif yang mereka dapat dari orang lain. Saya realistis cenderung ke pesimistis. Begitu kata seorang teman. Saya sering bilang kalau banyak orang cenderung sudah memiliki solusi dari permasalahan yang mereka hadapi, tetapi kadang orang masih butuh penguatan-penguatan bahwa apa yang mereka yakini itu solusi adalah hal yang benar.

Tetapi, kadang yakin benar saja belum tentu menandakan kebenaran yang benar kan?

Lanjutkan membaca “maaf mas dan mbak, saya bukan hanya angka-angka”

Intervensi Krisis

tumpukan manusia di sebuah stasiun di Jakarta-Dokumentasi Pribadi

“Aku kemarin bisa pakai standar tengah motor lo.” Kata seorang teman mengabari saya melalui Whatsapp. Sederhana sebenarnya tapi membawa kebahagiaan untuk dirinya maupun saya sendiri. Pencapaiannya memang tidak satu level dengan lolos olimpiade misalkan, tapi kebahagiaan sederhana yang diketahui, dirasakan, dan kemudian dirayakan membuat semuanya menjadi jauh lebih baik. Begitu pula ketika menghadapi krisis seperti saat ini.

Lanjutkan membaca “Intervensi Krisis”