yang menunggu di garis akhir

Masuk ke dalam sebuah sistem biasanya akan menimbulkan dua kemungkinan. Meskipun yang sebenarnya hanya ada satu kemungkinan. Sistem yang akan mengubah seseorang yang masuk. Sangat jarang sekali, seseorang yang akan mengubah sebuah sistem. Mungkin kasusnya 1:1.000.000. Terlalu munafik kalau saya menyebutkan, kalau akan mengubah sistem yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Lanjutkan membaca “yang menunggu di garis akhir”

Pendaftaran-Pendaftaran

Semua proses intervensi pekerja sosial, biasanya. Mayoritasnya. Berangkat dari masalah. Meskipun terkadang juga berangkat dari Potensi. Nah definisi masalah ini yang membuat semuanya semakin menarik. Mudahnya masalah sering diartikan sebagai ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Kalau ketidaksesuaiannya dirasakan oleh banyak orang, maka akan menjadi masalah sosial.

Lanjutkan membaca “Pendaftaran-Pendaftaran”

Berharap itu Gratis, Mencapainya Tidak

Beberapa waktu belakang ini, saya banyak mengamati kembali tentang salah satu definisi masalah. Harapan. Ketidaksesuaian harapan dan kenyataan menjadi bumbu manjur menciptakan masalah.

Sulitnya, harapan itu tidak hanya harapan dari diri sendiri. Harapan individu seringnya juga ditimpali dengan harapan dari orang lain. Seringnya orang terdekat. Sampai tahap individu berpikir, “sudah saya penuhi harapan-harapan orang terdekat saya, harapan-harapan pribadi sendiri, kapan diakomodir? Kapan direalisasikan?”

Lanjutkan membaca “Berharap itu Gratis, Mencapainya Tidak”

Nol dan Nol

Kebanyakan rasa tidak bahagia yang muncul dikarenakan banyaknya diri sendiri membanding-bandingkan dengan orang lain. Sudah menjadi budaya. Menjadi sebuah kesepakatan bersama. Kesepakatan yang tidak sehat. Kesepakatan yang bodoh.

Semuanya berangkat dari pemahaman akan kesetaraan. Semua orang ingin agar setara. Tapi setara tidak akan pernah terjadi. Kesetaraan itu hanya mitos yang dibuat secara kolektif. Mitos untuk menyenangkan hati rakyat akan mimpi palsu. Mitos untuk mereka percayai dan perjuangkan. Mitos yang akhirnya diturunkan kepada generasi selanjutnya. Dibentuk untuk mempercayai bahwa kesetaraan akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Nol dan Nol”