Kategori
Spoken Words

The Moon and The Sun

The Sun asked The Moon, “Why are you so vulnerable?”
and The Moon said, “Because i choose to.”

The Sun confused, “Why though? Look at me. I’m the most powerful things in the universe. Without me, there will be no life.”

“I know it so well, you are exactly what father want us to be. To be strong. To be a role model. To be perfect. But i’m not you. I choose to be vulnerable around her. Because she also choose to be vulnerable around me. Sometimes you just find things.” said The Moon.

***

Kategori
Sajak Spoken Words

S-P-O-K yang Pulang

S-P-O-K yang salah dipahami.

Pulang tidak pernah terkait keterangan tempat yang memunculkan ingat, ketika ada waktu yang sempat.

Pulang juga bukan objek, yang jadi bahan ejek dari teman lama di warung seberang pangkalan ojek.

Predikat juga enggan mengakui pulang. Alasannya karena yang pulang akan selalu dianggap pecundang.

Tapi, akhirnya aku sadar, kalau pulang itu selalu tentang subjek yang menghadirkan sosok.

Bersamanya dirawat ingatan, yang menemani petang yang dingin hingga pagi yang nyaman. Pulang itu selalu tentang kamu, dan semua sisi baik juga buruk yang menjadikannya candu.

Kategori
Spoken Words

I Like My Coffee

i like my coffee, like how society handle the Covid-19 situation.
easy at the first taste, and quickly become bitter in a second.
they don’t know what gonna hit them, like my experience in tasting luwak coffee.
just know from online review, and hear another people story.

Kategori
Spoken Words

Maaf Perempuan, Masih Belum

Setahun sekali dirayakan hari biasa yang dibuat meriah.
Maaf perempuan, hanya saja jiwa maskulinku masih membuncah.
Hari perempuan internasional dirayakan oleh berbagai latar adat dan budaya.
Perempuan, laki-laki, anak, lansia bersama membawa narasi yang bisa berbahaya.