Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Mengamati Kondisi Diam

Saya sering mendapatkan kesempatan mengamati interaksi antara anak-anak dengan orang tuanya, anak-anak dengan teman sebayanya, anak-anak dengan pembina termasuk pekerja sosial ada di situ. Hal yang menarik adalah adanya diam. Kediaman yang terjadi bisa karena banyak hal. Persepsi orang akan berbeda akan diam yang ditunjukkan oleh lawan bicara. Orang bisa saja menganggap diam yang ditunjukkan adalah keengganan dari lawan bicaranya untuk menanggapi hal yang sedang dibicarakan. Bisa saja orang marah karena ini. Bisa juga orang bingung karena kediaman ini. Pernah juga kediaman yang terjadi disepelekan. Biasanya saya lihat di interaksi antara orang tua dengan anak.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Keluarga yang “Ada”

Photo by Vidal Balielo Jr. on Pexels.com

Beberapa hari yang lalu, saya menyelesaikan tugas saya sebagai panitia kegiatan Family Support atau dukungan keluarga di tempat saya bekerja; dan baru saja saya menyelesaikan amanah dalam kegiatan Rapat Koordinasi Regional. Kegiatan Family Support ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya dilakukan pada tahun ini, dengan konsep yang berbeda, narasumber yang berbeda, lokasi yang juga berbeda, dan juga beberapa perbedaan lain yang pada akhirnya kami nilai tepat dilakukan perubahan tersebut. Berangkatnya juga dari evaluasi kegiatan sebelumnya.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Pekerja Sosial Anak dan Batu Sandungnya

Pekerja sosial dengan segala bentuk setting penanganannya menyimpan cerita-cerita menarik. Saya berani bertaruh setiap pekerja sosial tidak akan memiliki pengalaman yang sama meskipun menangani klien yang sama. Setiap orang punya perspektif sendiri dalam menerjemahkan dan menelaah profesi ini, meskipun dengan undang-undang yang telah disahkan. Kebetulan saya sekarang bekerja di setting anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Paramita” Mataram. Ada tiga hal yang berdasarkan pengalaman saya yang sedikit ini, yang sering menjadi sandungan dalam bekerja sebagai pekerja sosial di setting anak.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Lima Tahapan yang Tidak Bertahap untuk Menerima

Photo by Felipe Vallin on Pexels.com

Kita, berarti termasuk saya dan kamu. Meskipun berbeda-beda tetapi ada saja hal yang membuat kita semua ini terkoneksi. Salah satunya adalah grieving atau duka atau kesedihan. grief itu universal dan saya rasa setidaknya sekali dalam hidupnya pernah mengalami dan merasakan grief atau kesedihan ini. Biasanya sebagai respon terhadap penyakit yang kronis pada diri sendiri, kehilangan sebuah hubungan yang dekat, atau bahkan sampai kematian dari seseorang yang penting untuk kita. Kubler-Ross pada tahun 1969 mencoba menjelaskan tentang tahapan ini, dalam bukunya “On Death and Dying“.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Pendaftaran-Pendaftaran

Semua proses intervensi pekerja sosial, biasanya. Mayoritasnya. Berangkat dari masalah. Meskipun terkadang juga berangkat dari Potensi. Nah definisi masalah ini yang membuat semuanya semakin menarik. Mudahnya masalah sering diartikan sebagai ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Kalau ketidaksesuaiannya dirasakan oleh banyak orang, maka akan menjadi masalah sosial.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial Refleksi

Berharap itu Gratis, Mencapainya Tidak

Beberapa waktu belakang ini, saya banyak mengamati kembali tentang salah satu definisi masalah. Harapan. Ketidaksesuaian harapan dan kenyataan menjadi bumbu manjur menciptakan masalah.

Sulitnya, harapan itu tidak hanya harapan dari diri sendiri. Harapan individu seringnya juga ditimpali dengan harapan dari orang lain. Seringnya orang terdekat. Sampai tahap individu berpikir, “sudah saya penuhi harapan-harapan orang terdekat saya, harapan-harapan pribadi sendiri, kapan diakomodir? Kapan direalisasikan?”

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Tentang Keberfungsian Sosial

Keberfungsian sosial menjadi “nyawa” dari profesi pekerjaan sosial. Kalau ditanyakan kepada mahasiswa pekerjaan sosial tentang definisi profesi, saya berani jamin mayoritas akan menyebutkan atau menyinggung keberfungsian sosial di definisinya. Sasaran intervensi ideal yang dicita-citakan dapat dicapai oleh semua klien yang ditanganinya. Juga merupakan salah satu aspek dari kondisi “sehat” yang didefinisikan oleh World Health Organization (WHO).

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Kesehatan Mental dan Beban bagi Caregivers

Ditulis pada bulan oktober 2018, ketika masih banyak hal yang saya khawatirkan. Sekarang pun sebenarnya masih.

Photo by Nandhu Kumar on Pexels.com

Kesehatan mental akhir-akhir ini menarik perhatian saya. Kesehatan mental tentunya terkaitan dengan salah satu jenis disabilitas, yaitu disabilitas mental. Disabilitas mental sendiri sering disebut disabilitas kasat mata, karena kasat mata sehingga tidak bisa langsung terlihat, maka dari itu jarang juga orang ingin mengetahui tentang disabilitas mental.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Relasi Kuasa

Jadi begini.
Topik tentang relasi kuasa ini terus menerus terngiang di benak saya. Sejak tahun lalu saat ada kesempatan bekerja di SNPHAR (Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja) hasil kerjasama antara berbagai pihak. Saat itu pelaksanaan survei ini dinaungi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Kesehatan Mental dan Sistem Pendukungnya

Keinginan saya untuk menulis tentang kesehatan mental muncul lagi saat saya melihat ada lagi yang menjadi korban dari kesehatan mental dan dampak yang ditimbulkannya. Saya tahu infonya dari twitter. Bukan orang terdekat saya. Tapi bisa jadi, suatu saat itu dapat terjadi. Kepada saya. Kepada kamu.