Layanan Dukungan Psikososial, Pengalaman Gempa Bumi Mamuju

Awal tahun ini menjadi waktu yang cukup sibuk untuk saya pribadi. Ada banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi maupun di kehidupan kerja. Saya sebagai seseorang yang merasa berfungsi sosial (keberfungsian sosial juga pernah saya bahas di blog ini), maka saya berusaha sebaik-baiknya memenuhi peran-peran saya di setting pribadi maupun di setting kerja.

Minggu lalu saya mendapatkan tugas dari tempat saya bekerja sekarang. Tugasnya untuk melakukan pendampingan dalam pemberian Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk adik-adik kita di Mamuju, Sulawesi Barat. Semuanya terjadi begitu cepat. Malam harinya saya diminta untuk antigen, kemudian besok paginya berangkat. Rute penerbangan yang diambil adalah Lombok-Bali-Makassar.

Lanjutkan membaca “Layanan Dukungan Psikososial, Pengalaman Gempa Bumi Mamuju”

Menormalkan Kematian bagi Anak

Saya pernah membaca sebuah puisi yang berjudul Childhood is the Kingdom Where Nobody Dies. Lalu bagaimana bila ada kematian di kerajaan itu? Utamanya di tengan pandemi seperti ini. Kekhawatiran banyak orang muncul dengan diumumkanya pembukaan sekolah-sekolah berdasarkan kesepakatan bersama dari teman-teman Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan juga Kementerian Kesehatan.

Dunia memasuki tatanan normal baru. Indonesia juga termasuk di dalamnya. Banyak yang harus dipaksa berubah. Seperti biasanya juga, perubahan tidak pernah menjadi hal yang mudah. Apalagi perubahan yang harus dipahami dan dijalankan oleh anak-anak.

Anak dalam masa perkembangannya belajar mengenai konsep sakit dan kematian. Saat masuk usia sekolah, setidaknya anak-anak sudah memahami konsep-konsep tersebut. Anak akan tahu saat seorang manusia sakit salah satu ujung akhirnya adalah kematian. Beberapa anak belajar hal ini lebih cepat dari yang lainnya.

Lanjutkan membaca “Menormalkan Kematian bagi Anak”

Kunjungan Kerja ke Belanda-Sistem Koreksional

Photo by Tanathip Rattanatum on Pexels.com

Jadi hari ini saya mau ajak anda kunjungan kerja online ke ke salah satu negara yang punya sistem koreksional yang menarik, yaitu Belanda. Persiapannya tidak banyak, hanya perlu kacamata, pakaian yang nyaman dan memutar playlist saya di Spotify; Maka, dimulailah kunjungan kerja online saya mempelajari sistem koreksional di negara kincir angin ini. Meskipun dalam perjalanannya saya juga mampir sebentar ke U.S.A. Semuanya dibiayai oleh kuota saya pribadi. Jadi anda hanya perlu duduk dan membaca dengan nyaman sambil terus tetap #dirumahaja.

Lanjutkan membaca “Kunjungan Kerja ke Belanda-Sistem Koreksional”

Menghargai Emosi

manusia dengan segala emosinya.
Dokumentasi Pribadi.

Saya sebagai seorang pekerja sosial terus belajar. Banyak sekali ilmu yang saya belum miliki. Akhir-akhir ini saya sering sekali melihat sebuah fenomena yang bernama Toxic Positivity, apalagi menghadapi pandemi Covid-19 ini. Saya pun mungkin juga pernah melakukannya, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Lanjutkan membaca “Menghargai Emosi”

Grooming dan Pekerja Sosial

seorang ibu dan anaknya di Borobudur-Dokumentasi Pribadi

Konsep grooming sudah lama diasosiasikan dengan kekerasan seksual pada anak. Saya pernah mendengarnya sebelumnya tetapi masih kurang paham. Nah, bulan kemarin saat ada diklat sistem perlindungan anak di Yogyakarta. Salah satu mata bahasannya adalah tentang grooming. Tapi, karena terbatasnya waktu sehingga topik ini tidak terlalu dibahas tuntas. Saya karena penasaran pun menambah bahan bacaan dari beberapa rujukan terkait grooming ini.

Lanjutkan membaca “Grooming dan Pekerja Sosial”