Maaf Bapak

Salah satu pertanyaan yang sering saya tanyakan saat asesmen kepada anak adalah, “Kenapa kamu melakukan hal tersebut?” Seringnya akan dijawab, “Pergaulan pak”. Perilaku anak salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Model sosial ekologi sering disebutnya. Maka dari itu target perubahan yang direncanakan bukan hanya kepada anak sebagai sasaran saja. Tapi, juga termasuk keluarga, komunitas yang lebih luas, atau faktor-faktor lingkungan lain yang menjalani interaksi dengan anak.

Lanjutkan membaca “Maaf Bapak”

The Moon and The Sun

The Sun asked The Moon, “Why are you so vulnerable?”
and The Moon said, “Because i choose to.”

The Sun confused, “Why though? Look at me. I’m the most powerful things in the universe. Without me, there will be no life.”

“I know it so well, you are exactly what father want us to be. To be strong. To be a role model. To be perfect. But i’m not you. I choose to be vulnerable around her. Because she also choose to be vulnerable around me. Sometimes you just find things.” said The Moon.

***

S-P-O-K yang Pulang

S-P-O-K yang salah dipahami.

Pulang tidak pernah terkait keterangan tempat yang memunculkan ingat, ketika ada waktu yang sempat.

Pulang juga bukan objek, yang jadi bahan ejek dari teman lama di warung seberang pangkalan ojek.

Predikat juga enggan mengakui pulang. Alasannya karena yang pulang akan selalu dianggap pecundang.

Tapi, akhirnya aku sadar, kalau pulang itu selalu tentang subjek yang menghadirkan sosok.

Bersamanya dirawat ingatan, yang menemani petang yang dingin hingga pagi yang nyaman. Pulang itu selalu tentang kamu, dan semua sisi baik juga buruk yang menjadikannya candu.

Kemungkinan Idul Adha

Dikirim oleh seorang teman

Tiap-tiap dari kita menjalani hari-harinya dengan berlalu begitu saja. Sampai kadang sengaja tidak menyadarkan diri bahwa yang terjadi adalah akumulasi dari kemungkinan. Akumulasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan tidak terjadi. Dipilih atau tidak dipilih dengan berbagai macam latar belakang dan pertimbangannya.

Lanjutkan membaca “Kemungkinan Idul Adha”

Sua;Sua

*tuk tuk tuk*

Terdengar ketukan nada-nada dengan ritme yang konstan dari gawai itu. Jari-jarinya sudah mahir untuk mengetik. Apapun medianya. Tetapi, ada hal yang aneh kali ini. Tangannya gemetar dan kalimatnya tidak kunjung diselesaikan. Pernah hampir selesai, tapi kembali dihapus berulang-ulang. Dia ragu kali ini. Ragu untuk bertemu dengan emosi lainnya yang sudah lama tidak dirasakannya.

****

Lanjutkan membaca “Sua;Sua”