Memento Mori

Photo by Pixabay on Pexels.com

Kita hidup selalu untuk menyambut kematian. Anehnya, kematian dulu adalah topik yang mungkin paling saya hindari. Kematian itu menyeramkan dan terkesan tabu untuk dibahas. Tapi, akhir-akhir ini saya punya pandangan baru akan kematian. Pandangan baru akan kematian malah justru mempengaruhi saya dalam berbagai hal dalam kehidupan.

Memento mori, remember you must die.

Memento mori, ingatlah kamu akan mati.

Lanjutkan membaca “Memento Mori”

Lombok dan Ketersinggungannya

Maret bulan depan menandai dua tahun saya bekerja dan berkembang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berkenalan dengan budaya baru, dengan orang-orang baru, dengan pedas khas sambel yang baru, dengan lampu lalu lintas yang bila belok kiri berarti itu langsung. Saya melihat Indonesia jauh lebih lengkap. Jauh dari hingar bingar pulau Jawa dan kenyamanannya.

Lanjutkan membaca “Lombok dan Ketersinggungannya”

Layanan Dukungan Psikososial, Pengalaman Gempa Bumi Mamuju

Awal tahun ini menjadi waktu yang cukup sibuk untuk saya pribadi. Ada banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi maupun di kehidupan kerja. Saya sebagai seseorang yang merasa berfungsi sosial (keberfungsian sosial juga pernah saya bahas di blog ini), maka saya berusaha sebaik-baiknya memenuhi peran-peran saya di setting pribadi maupun di setting kerja.

Minggu lalu saya mendapatkan tugas dari tempat saya bekerja sekarang. Tugasnya untuk melakukan pendampingan dalam pemberian Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk adik-adik kita di Mamuju, Sulawesi Barat. Semuanya terjadi begitu cepat. Malam harinya saya diminta untuk antigen, kemudian besok paginya berangkat. Rute penerbangan yang diambil adalah Lombok-Bali-Makassar.

Lanjutkan membaca “Layanan Dukungan Psikososial, Pengalaman Gempa Bumi Mamuju”