Lombok dan Ketersinggungannya

Maret bulan depan menandai dua tahun saya bekerja dan berkembang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berkenalan dengan budaya baru, dengan orang-orang baru, dengan pedas khas sambel yang baru, dengan lampu lalu lintas yang bila belok kiri berarti itu langsung. Saya melihat Indonesia jauh lebih lengkap. Jauh dari hingar bingar pulau Jawa dan kenyamanannya.

Saya datang pertama kali di akhir bulan Maret dengan pesawat Lion Air yang merupakan penerbangan paling malam dari Jakarta. Saya baru selesai menyelesaikan Pelatihan Dasar Bela Negara di Rumpin Bogor waktu itu. Sampai di Bandara Lombok langsung disambut hujan deras dan dijemput oleh seorang rekan yang akan menjadi kakak saya secara usia, tapi adik saya secara angkatan kuliah.

Saya memang tidak pernah membayangkan akan berkesempatan bekerja dan tinggal di Lombok. Memang tidak mudah, tapi saya tahu pada akhirnya semuanya akan sebanding. Lombok tetap akan jadi pulau yang menyenangkan, baik dengan kesendiriannya maupun dengan dampingannya pada akhirnya.

Mayoritas gambar di bawah diambil menggunakan Fujifilm X-70. Harus direlakan untuk dilepas setelah menemani hampir 2 tahun di Lombok ketika masih sering sendirian. Tapi tidak apa. Bukan tentang alatnya. Selalu tentang siapa yang menjadi subjek yang menemani dalam pencarian fotonya.

Oleh radityobimo

a lifelong learner.

2 komentar

  1. Saya selalu membaca tulisan tulisan disini sejak
    ‘Tentang Perbandingan’, tulisan tersebut menjadi tulisan favorite saya karena ternyata pada foto yang di tampilkan dalam tulisan tersebut ada saya dan kawan kawan disana.

    Bertemu 1-2 kali dari kegiatan kampus, mengagumi sosok penulis sejak saat itu.

    Saya bukan seseorang yang pandai membuat kata2 walaupun sudah membaca hampir seluruh tulisan disini, maklum.. saya mengagumi penulis disini dan tulisannya, jadi kurang wawasan terhadap tulisan orang lain.

    Hingga hari ini saya sebetulnya masih malu, sejak masih menjadi mahasiswa S1 sampai lebih dari 1 tahun menjalani pendidikan profesi saya masih menjadi salah satu fans berat. Masih membaca tulisan tulisan disaat saya perlu penerang di setiap masalah masalah yang saya hadapi, bahkan sampai di jam tulisan ini diketikpun jantung saya masih berdegup cepat, bertanya tanya apakah tulisan ini layak saya taruh dalam kolom komentar ini ?

    Salam kenal, Saya Penggemar berat sejak 2019, Mahasiswa profesi kedokteran asal LumajangĀ  yang hingga hari ini masih bergedup ketika menulis tulisan di komentar ini.

    Suka

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.