Pertanyaan tentang Kebahagiaan

Jakarta. Dokumen pribadi.

“Kamu ini kenapa ya terobsesi kebahagiaan?” Pertanyaan teman saya dini hari tadi saat saya sedang bercerita. Saya ditanya begitu juga bingung. Kenapa ya? Kenapa sepertinya saya terobsesi dengan kebahagiaan? Padahal kebahagiaan itu sangat abstrak.

Definisi saja. Menurut kamu apa definisi kebahagiaan? Apa indikator sampai kamu bisa mencapai fase bahagia?

Bahkan hal abstrak seperti kebahagiaan. Pernah ditulis di dokumen resmi. Declaration of Independence dari Negeri Paman Sam di sana.

“The right to life, liberty, and the pursuit of happiness”

Coba kita bayangkan. Mengejar kebahagiaan adalah sebuah hak. Padahal saya sendiri pun tidak tahu apa definisi kebahagiaan dan indikatornya.

Kebahagiaan itu apakah ketiadaan penderitaan?

Kebahagiaan itu apakah kondisi yang baru muncul ketika ada perbandingan? Misalnya cinta, keluarga, uang, jabatan, dan lain sebagainya.

Lalu, kenapa kebahagiaan setiap orang tidak sama? Kenapa harus dibuat berbeda? Kenapa indikatornya tidak jelas?

Apa sebenarnya kita buang-buang waktu mencari kebahagiaan yang sebenarnya tidak jelas?

Apa orang yang mengatakan bahwa, “saya bahagia” adalah orang yang benar-benar bahagia?

Tapi, mari buat kesepakatan. Bahagia itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan. Bahagia itu kondisi yang hadir.

Kita bisa dapat lebih banyak cinta dari orang lain.
Kita bisa dapat banyak uang dengan berbagai cara yang berbeda.
Kita bisa mendapatkan rasa aman dari berbagai pihak.

Tapi itu semua tidak otomatis datang dengan kebahagiaan. Sama dengan kita tidak bisa memaksa diri menjadi bijak. Setiap orang bisa membaca buku psikologi perkembang. Tapi, itu tidak membuat dia tiba-tiba menjadi dewasa kan? Kita bisa bahagia. Tapi kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Indikatornya tidak jelas.

Kehadiran seseorang bisa menghadirkan suasana bahagia.

Kehadiran orang lain yang mungkin lebih baik dan lebih segalanya. Ternyata bisa membuat tidak bahagia.

Padahal kalau dilihat secara hitungan. Orang lain itu lebih segalanya dari orang sebelumnya. Tapi bahagia itu tidak didapatkan. Bahagia itu hadir dan ada dengan sendirinya.

Bahagia itu kondisi keadaan yang kita punya. Kita bisa bahagia saat bersepeda. Saat memasak. Saat mandi. Saat bisa makan es krim. Saat sendiri. Kebahagiaan itu ada di diri kita. Bukan sesuatu yang bisa didapatkan di luar sana.

Saat kita bahagia. Kita ingin orang lain juga bahagia. Saat kita membuat orang lain bahagia. Semakin bahagia juga diri kita. Kita menikmati suasana disini dan sekarang.

Saat kita hidup disini dan sekarang. Semakin berkurang pemikiran akan masa depan. Berkurang juga kekhawatiran akan masa lalu. Maka. Semakin bahagia kita. Bahagia ada di dalam diri kita. Atau lebih tepatnya, bahagia itu kita.

Kita adalah kebahagiaan. Kita membuatnya. Kita hidup di dalamnya. Sadari apa yang kita suka lakukan. Banyak hal pastinya. Wajar. Tapi, tetap kejar apa yang hati kita inginkan.

Lakukan kebahagiaan menurut diri kamu. Apapun itu.

Menari sendirian dengan musik kencang.

Membaca buku hingga pagi hari.

Bernyanyi dengan teriak-teriak di kamar mandi.

Menonton film yang kamu suka.

Menangis saat kamu butuh.

Menulis semua pemikiran kamu.

Lakukan apapun yang kamu inginkan. Selagi masih ada kesempatan untuk merasakan kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan kamu tergantung pada orang lain. Tidak apa. Nikmati selagi bisa. Tapi, kamu juga harus sadar. Orang lain, siapapun itu hanya sementara di hidup kita. Mereka bisa pergi. Mereka juga bisa kembali. Dengan izin. Maupun tanpa izin. Harus siap apabila yang terburuk yang terjadi.

Ya, karena kita juga bisa pergi atau bisa kembali untuk orang lain juga.

Jadi. Mari bahagia. Selagi masih belum jelas indikatornya. Kalau sudah jelas, tidak menarik lagi mengejar bahagia.

Toh, terkadang proses perjalanannya yang menyenangkan. Bukan hasilnya.

dan

Tidak apa-apa untuk menjadi tidak apa-apa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.