Kategori
Foto dan Ceritanya

Yogyakarta dan Ketersinggungannya

Manusia seringnya terlalu jauh berpikir, sampai melupakan kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang dapat dinikmati. Terlalu berpikir jauh tentang makna tanggal, makna simbol, makna bahasa, dan makna-makna lainnya yang sebenarnya tidak perlu terlalu jauh untuk dimaknai.

Kita justru kurang memaknai hal-hal yang sebenarnya perlu sangat untuk dimaknai. Kehadiran seseorang, kesempatan untuk tetap hidup, adanya paket data yang tersisa di pertengahan bulan, teman yang baik, masih mudah tertawa, atau sesederhana ada Go-Food saat kelaparan tengah malam. Hal-hal sederhana, yang saya pribadi pun kadang kurang peka untuk merasakannya.

Sejak bekerja saya menjadi secara sukarela mengetahui banyak masalah orang. Membuat saya lebih bersyukur? Tentu. Membuat saya lebih sering melamun, Tentu. Membuat saya sering berpikir terlalu jauh? Sudah pasti. Tapi ternyata yang Maha Tahu, masih baik memberikan pengingat-pengingat kepada saya.

Kali ini pengingatnya adalah sebuah keterangan tempat, Yogyakarta. Saya belajar kembali dengan bertemu banyak orang baru. Bertemu sistem kebudayaan yang baru, mendengar banyak aksen manusia dalam berkomunikasi, mengamati motivasi seseorang dalam pencapaian tujuannya, mendengar keluhan dari seseorang yang jauh dan maupun yang dekat, menjadi kebanggaan untuk satu pihak, dan menjadi kekecewaan untuk pihak yang lain

Saya memang sering lewat Yogya, tapi tidak singgah untuk waktu yang lama. Pertama kali saya bisa bekerja di tempat yang sekarang pun, awal mulanya dilakukan di Yogya. Jadi sebenarnya saya tidak terlalu paham dengan orang-orang yang sebelumnya menglorifikasi Yogyakarta dengan segala hal magisnya. Tapi beberapa waktu saya disini, saya jadi paham.

Tapi Yogya juga punya kekurangan, tadi di perjalanan saya melihat tabrakan antara mobil yang disetiri seorang ibu dan ibunya. Wajahnya terlihat panik, apalagi beliau juga menerima tatapan intimidasi dan teriakan dari orang-orang sekitar. Manusia pun menunjukkan wajah aslinya yang sebenarnya tidak pernah terikat sebuah lokasi.

Tenang, itu hanya oknum yang mau merubah persepsi saya tentang Yogyakarta. Seandainya diperkenankan saya akan berkunjung kembali, seandainya tidak saya juga akan paham untuk tidak berkunjung kembali.

Yogyakarta tetap istimewa dengan segala pernak-perniknya. Begitupun kamu;