Kategori
Sajak

Sajak Media Sosial

satu dua kabari berita
mudahnya tahu orang cerita
hidup kita bagai kelas tiga
apa-apa tahulah tetangga

lucunya kita tidak dipaksa
secara rela menjadi angsa
satu begitu dua mengisi
tiga meniru empat adopsi

menjadi dasar itulah dia
jadi wajah sosial media
penuhnya narasi tanpa makna
pelangi tak indah banyak warna

twiitter instagram hanya media
tapi terasa habisi nyawa
produktivitas jadi melemah
pancing pertengkaran dari rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.