Kategori
Sajak

Skizofrenia dan Sajaknya

Dua Teman Hidup

Aku punya banyak teman.
Menemani bermain dan bergumam.
Tapi aku kenalkan dua saja kepadamu.
Agar kamu tahu senangnya jadi aku.

Ini delusi.
Tak pernah hilang dari sini.
Dia selalu bilang.
Kalau aku lebih baik dari kata orang.

Nah, yang ini halusinasi.
Sering pergi kembali sesuka hati.
Dia membuat aku melihat.
Kalau ada hantu yang jahat.

Senang rasanya jadi aku.
Punya teman untuk beradu.
Kami sering berkumpul.
Di ruang putih berlapis kaca tumpul.

ruang putih berlapis kaca tumpul. Sebuah tempat di salah satu rumah sakit tempat saya berpraktik tahun 2017. Digunakan sebagai tempat perawatan bagi teman-teman disabilitas mental.

Delusi dan halusinasi adalah salah satu sebab yang ditimbulkan oleh Skizofrenia. Dua-duanya adalah suatu kondisi dimana individu mengalami hal yang tidak nyata.

Delusi menjadi penyebab individu yakin betul akan sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi.

Halusinasi merupakan gejala saat indra seseorang mengalami hal yang tidak nyata. Adanya sensasi yang sebenarnya tidak ada, diproses oleh otak dan dapat mempengaruhi indra seseorang.

Sejauh ini ada beberapa kasus yang saya tangani yang berkaitan dengan gejala-gejala tersebut. Tapi yang sampai sekarang masih terus saya ingat adalah kasus seorang anak di salah satu Kabupaten di Jawa Barat, yang mengalami skizofrenia disebabkan perundungan yang diterima dari teman-temannya di lingkungan sekolahnya. Anak-anak waktunya masih panjang, sangat disesalkan seandainya karena ulah orang lain diluar individu tersebut; membuat seseorang kehilangan masa depan, membuat orangtua kehilangan anaknya. Meskipun fisiknya ada.

Dampak yang ditimbulkannya pun akan snow ball. Relasi dalam keluarga menjadi buruk, ada penjagaan jarak dari lingkungan sekitar, ekonomi kacau, dan adanya penelantaran kepada penderita. Hal ini adalah beberapa masalah yang akan timbul nantinya. Maka dari itu juga muncul sajak tentang skizofrenia dari sudut pandang keluarga; yang sampai saat ini selalu menjadi pilihan utama sebagai tempat perawatan bagi teman-teman skizofrenia.

Tidak Cukup Peduli

Itu turunanmu? bicara sendiri kepada hantu.
Ajaran sesat kaummu, ditambah dosa masa lalu.
Kamu itu jalang, tak layak hidup bersamaku.
Mati kamu di rumput ilalang, bersama beban hidupmu.

Iya aku memang jalang, tapi bukan jadi urusanmu.
Surga tak tertutup untukku, dan neraka juga tidak menolakku.
Dia turunanku, meski berbeda kami masih punya yang dituju.
Untuk bertahan hidup di udara sucimu, bukan yang dimau.

Baguslah, kamu sadar.
Anakku kusuruh menjauhimu tanpa gentar.
Tak perlu kompromi, takut tertular.
Karena aku tahu, aku pasti benar.

Tidak apa, aku juga tak mengaku benar.
Aku sempat tak peduli, saat dia di sekolah.
Cerita diganggu temannya, ku pikir dia hanya ingin tenar.
Sampai akhirnya, kesedihannya membuat dia kalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.