Kategori
Refleksi

Surat Terbuka untuk (yang katanya) Penyelamat Orang Lain

Pertama, selamat. Saat ini mungkin ada seseorang atau banyak orang yang menaruh harapan kepada kamu. Semoga menikmati dibebankan harapan orang lain dan pasti merasa takut dan cemas, apabila nantinya tidak mampu memenuhi harapan-harapan yang ada.

Kedua, terima kasih sudah mau. Mau hadir, mau ada, mau mendampingi. Mendampingi siapa? Siapapun yang mungkin sedang membutuhkan bantuan. Tetapi kesulitan untuk mengungkapkan bahwa dirinya butuh pertolongan. Berlagak kuat, tapi ternyata tidak sekuat perkiraan. Berbahagia tapi ternyata hanya cangkangnya. Siapapun yang kamu tolong mungkin tidak pernah berharap akan kehadiran kamu. Tetapi kamu secara sukarela mau membagi waktu, tenaga, pikiran untuk membantu. Meskipun mungkin kamu sendiri belum memikirkan dirimu sendiri, jadi tolong sekali-kali egoislah dan pikirkan juga dirimu sendiri. Karena terkadang, si penolong lah yang butuh diselamatkan.

Ketiga, terima kasih sudah tahu dan mampu melakukan seni dalam membantu seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan. Menyadarkan bahwa semua orang memiliki masalahnya masing-masing, dan menyadarkan bahwa banyak yang harus dituju kedepannya. Baik tujuan sendiri maupun tujuan bersama. Orang yang kamu tolong juga tahu sebenarnya, kalau kamu juga punya masalah. Mungkin kamu juga sudah tahu solusi dari permasalahan-permasalahan kamu. Mungkin kamu hanya butuh sedikit penguatan. Jadi coba dengarkan juga solusi dari diri kamu sendiri. Beri kepercayaan pada dirimu. Jaga diri kamu juga ya.

Tapi, saya juga mau mengingatkan. Tanggung jawab yang besar, tidak bisa dipermainkan begitu saja. Meskipun terkadang kamu tidak mau diberikan tanggung jawab akan hal tersebut.

Kamu bisa membuat seseorang menangis bahagia, ataupun tertawa tapi teriris.

Kamu bisa membuat seseorang jauh dari keluarganya, maupun malah menyatukan yang telah lama tak menyapa.

Kamu bisa membuat seseorang lupa akan tugas-tugasnya, maupun jadi alasan seseorang mengerjakan dengan sebaik-baiknya tugas yang ada.

Kamu bisa membuat seseorang semangat mengejar mimpinya, demi kamu. Atau malah membuat seseorang melupakan mimpinya juga, untuk kamu.

Semoga kamu dan orang yang akan dan telah kamu selamatkan senantiasa ada di jalan yang baik dan terhindar dari jalan yang buruk, meskipun kadang bersinggungan dengan masalah; semoga itu singgungan untuk menjauh ya.

Selalu ingat, jadilah pribadi seperti sosok yang kamu butuhkan waktu kamu masih kecil.

Sadar tidak sadar, suka tidak suka. Masa depan orang ada di tangan kamu. Seseorang tersebut mungkin akan mengatakan “maaf sudah membebani, karena telah menaruh harapan-harapan saya di kamu.” Kamu bisa menolak. Kamu bisa menerima. Tapi perlu diingat, masa depan seseorang bisa jadi ada di pilihanmu. Buat keputusan yang bijak. Memang kita tidak ada kewajiban untuk membahagiakan setiap orang. Tapi yang mungkin perlu dipahami adalah sudah banyak orang yang kehilangan sedikit hal, tetapi juga ada sedikit orang yang kehilangan banyak hal. Bantu orang lain sekuatnya, tapi juga bantu diri kamu semaksimal mungkin. Jangkau orang lain juga kalau kamu butuh bantuan. Kami semua peduli kepada kamu. Hanya saja mungkin kami memberikan kepedulian dengan cara yang berbeda.

Semoga kalian sang penyelamat, selalu dijaga oleh Tuhan Yang Maha Perkasa. Salam dari saya pribadi, untuk orang yang akan dan telah kalian selamatkan.

Jakarta, Tahun 2019

TTD.
Radityo Bimo Kartiko Aji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.