Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Pendaftaran-Pendaftaran

Photo by Miguel Á. Padriñán on Pexels.com

Ditarik kebelakang lagi. Sebelum timbulnya harapan yang tidak sesuai menjadi suatu masalah. Ada tanda-tanda tertentu yang timbul. Adanya kecemasan. Timbulnya keraguan. Muncul perasaan, “bisa tidak ya?” “sesuai tidak ya?” “kenapa begini ya?”. Seringnya perasaan-perasaan seperti ini yang malah menimbulkan masalah. Mempercepat prosesnya.

Saat ini saya bekerja di setting pelayanan anak. Selama ini anak-anak sendiri tidak terlalu banyak memiliki kecemasan akan masalah-masalahnya. Belum terlalu memikirkan berbagai faktor-faktor yang mengitari suatu masalah. Seringnya pada masa dewasa awal lah, muncul banyaknya percabangan pikiran dari masalah-masalah yang ada. Suka tidak suka, it will hit you like a truck.

Misal, saat ini saya sedang ada di lingkungan baru. Bertemu orang-orang baru. Menjalani budaya baru. Munculah harapan-harapan baru. Mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain. Mengobservasi rezeki orang-orang yang berbeda. Membuka diskusi dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mendengar senangnya, mendengar sedihnya. Merasakan lelahnya. Dan pada dasarnya kami semua ini sama. Atau boleh saya gunakan, kita?

Sebelum mengetahui sesuatu sangat wajar untuk merasa khawatir. Tapi yang menjadi ganjalan adalah kalau kekhawatiran kita malah membuat kita jatuh. Masalah aktual belum terjadi, masalah potensial yang malah muncul ke permukaan. Kekhawatiran-kekhawatiran kita menjadi nyata. Karena kita sugestikan seperti itu.

Pendaftaran

Salah satu cara yang bisa digunakan. Biasanya saya gunakan ini saat konseling dan melakukan terapi dengan teman-teman sebaya. Saya dapat ilmunya juga dari membaca sebuah buku. Lalu dikuatkan lagi dengan pengalaman-pengalaman praktik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Cara ini bukan untuk secara instan menyelesaikan masalah-masalah yang ada, tapi lebih kepada mencoba membantu meluruskan jalan pikiran kita. Diluruskan dengan cara membawa kekhawatiran kita kedalam realita yang ada. Membandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya.

Medianya menggunakan tulisan. Menulis. Dengan tangan sendiri. Misalnya seperti ini. Dan biasanya ada buku sendiri yang disedikan agar lebih mudah untuk mengaplikasikannya.

KECEMASANKENYATAAN

Untuk dapat menuliskan kenyataan. Kita semua harus banyak membuka diskusi dengan orang lain, harus banyak-banyak melakukan refleksi diri. Membuka diskusi dengan orang lain untuk mengetahui pengalaman orang lain dan meminta saran dan masukan terhadap pengalaman kita. Pengaplikasian tabel ini memang memaksa kita untuk sering berinteraksi dengan orang baru dan juga harus sering membuka diri terhadap informasi-informasi baru melalui media lain. Dan bukan hal yang buruk juga menurut saya.

Sebenarnya pada dasarnya yang ingin saya sampaikan adalah, cemas itu wajar. Dan salah satu cara dasar mengatasinya adalah dengan berdiskusi dengan orang lain. Bertemu orang-orang baru, dan belajar menghidupi hidup yang sedang kita jalani.

© Radityo Bimo Kartiko Aji, S.Tr.Sos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.