Kategori
Refleksi

Moral-Marit Dunning Kruger

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Nilai-nilai ini juga yang sering menentukan, apakah suatu perbuatan itu benar ataupun salah. Tergantung budayanya, tergantung lokasinya, tergantung masyarakatnya. Meskipun tiap individu sudah terikat nilai, sering dijumpai individu tersebut melanggar nilai yang ada. Entah karena disengaja atau karena tidak mengetahui nilai tersebut. Untuk yang disengaja menjadi menarik.

Dalam melakukan melakukan intervensi, pekerja sosial tidak boleh memaksakan kehendaknya. Tidak boleh sok tahu. Tidak boleh sok superman, bahwa semua yang dikatakannya itu benar. Kecuali dalam situasi intervensi krisis. Pekerja sosial diperbolehkan memberikan alternatif-alternatif solusi yang dapat dilakukan. Meskipun pada akhirnya lebih sering dijumpai pemecahan masalah klien dengan baku, tersistem. Tanpa memerdulikan pandangan dan keinginan dari klien. Ini menggambarkan bahwa pekerja sosial tersebut sudah melenceng dari nilai-nilai yang seharusnya dipegangnya.

Sering kita jumpai hal seperti ini. Ada cara yang benar. Eh malah suka menggunakan cara tidak baik-baik. Menjadi sok tahu. Menjadi gila otoritas. Menganggap diri sendiri paling benar. Padahal belum tentu dirinya benar.

Dunning Kruger

Efek Dunning Kruger (EDK) sedikit banyak menggambarkan salah satu faktor dari fenomena Moral-Marit (baca: morat-marit) sistem nilai yang seorang individu jalankan. EDK adalah fenomena bias kognitif. Dimana seseorang merasa bahwa dirinya lebih pintar dan lebih berkapasitas daripada yang sebenarnya orang tersebut dapat lakukan. EDK diambil dari dua peneliti, yaitu David Dunning dan Justin Kruger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang cenderung bernilai rendah pada tes grammar, humor dan logika. Cenderung meng-overestimate tentang performa mereka dalam tes tersebut.

Saya rasa seseorang, setidaknya pernah sekali merasakan Efek Dunning Kruger ini. Mungkin saat sedang rapat dengan rekan kerja. Kemudian ada seseorang yang menjelaskan tentang suatu topik yang terlihat rumit dan seperti dikupas secara mendalam. Hal ini membuat opini orang lain dianggapnya tidak benar. Orang lain dianggap kurang informasi.

A: Jadi mengenai (topik) ini. Saya rasa memang cara saya yang paling benar. Saya yang tahu tentang hal ini. Saya orang sosial. Kalian mana ada diajarkan seperti itu.

gambaran suasana EDK

Penelitian Dunning Kruger menunjukkan bahwa orang yang tidak berkompeten cenderung kesulitan untuk menilai kualitas dari kerja mereka sendiri. Malahan. Mereka cenderung tidak mampu menilai kemampuan dan kompetensi dari orang lain. Hal ini yang menjadi salah satu alasan orang tersebut selalu melihat diri mereka sebagai orang yang lebih baik, lebih mampu, lebih berilmu daripada orang yang lain. Dampaknya pun dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat. Bayangkan saja situasi dimana seseoarng merasa jauh lebih tahu daripada orang lain, meskipun pada nyatanya belum tentu dirinya benar.

A: Kita memang harus begini. Ini yang benar. Tidak mungkin salah. Ini untuk menghindari seperti kasus-kasus yang sudah-sudah. Saya ini (jabatan).

gambaran suasana EDK

EDK digambarkan sebagai sebuah fenomena beban berganda. Bukan hanya ternyata seseorang tersebut tidak kompeten. Ketidak kompetenan mereka merusak kemampuan mereka untuk mengetahui seberapa mereka sebenarnya tidak kompeten. Sudah jatuh ketimpa iblis.

Seseorang menjadi meng-overestimate kemampuan diri sendiri. Menjadi tidak mampu menilai kemampuan orang lain. Menjadi tidak mampu menilai kesalahan dan kurangnya kemampuan diri sendiri.

Hal yang menarik adalah Dunning Kruger mengatakan bahwa kemampuan seseorang yang baik itu bukan hanya dinilai dari seberapa hebat kemampuan mereka dalam suatu bidang. Tapi juda dilihat dari seberapa mereka sadar bahwa mereka tidak terlalu bagus dalam bidang tersebut. Penggambaran terdekat yang saya bisa contohkan adalah kalau tidak salah dari Umar bin Khattab.

Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua, ia akan tawadhu'. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga, ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya. Atau bisa juga dengan filosofi ilmu padi. Semakin berisi, semakin menunduk. 

Moral Marit

Yang menarik dari bacaan saya mengenai Efek Dunning Kruger (EDK) ini adalah fakta bahwa semua orang hampir pernah menjadi pelaku dari EDK.

Itu berarti saya. Anda juga.

Hal ini dikarenakan seberapapun pengetahuan dan pengalaman kita. Akan selalu ada bidang dimana kita kurang pengetahuan dan kurang pengalaman.

misal si A pandai dalam teori ilmu-ilmu sosial. Tetapi dirinya belum tentu dapat menerapkan ilmu-ilmu tersebut dalam kesehariannya. Mungkin saja relasinya buruk dengan orang lain, sering menyakiti hati orang lain, secara sadar membuat masa depan orang lain menjadi buruk. Moralnya marit.

atau contoh lainnya. Seseorang yang pandai dalam bidang public speaking, belum tentu dia juga pandai mengajarkan kepada orang lain tentang public speaking.

Intinya, tidak ada orang yang pandai dalam segala hal. Seandainya seseorang tersebut sok tahu, sok menjadi Superman yang mampu menyelesaikan segala masalah dengan kekuatannya. Lambat laun. Sadar atau tidak sadar itu akan menjadi beban moral yang besar. Cepat atau lambat pertanggungjawaban di dunia akan hal yang diperbuat akan datang.

Sehingga kedepannya. Agar diri sendiri tidak senewen. Apabila ada orang yang menggambarkan perilakunya seperti Efek Dunning Kruger. Anggap saja bahwa dirinya sebenarnya tidak cukup mampu dalam bidang yang dibahasnya.

Tapi lucunya. Saya menulis seperti ini, juga dapat menggambarkan fenomena Dunning Kruger….

© Radityo Bimo Kartiko Aji, S.Tr.Sos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.