Kategori
Catatan Pekerja Sosial

Rumus Perubahan

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI dalam paparannya mengatakan “if you can’t measure it, you can’t improve it.” Jika kamu tidak dapat mengukurnya, maka kamu tidak dapat meningkatkannya.

Masuk akal memang. Bagaimana kita mau melakukan peningkatan, kalau kondisi saat ini saja kita belum tahu sedang dalam tahap apa. Hal ini dapat dikaitkan juga dengan masalah sosial seperti kemiskinan. Kalau kita berada di dalam masyarakat yang mayoritasnya memang pra sejahtera, dibawah rata-rata pendapatan warga Indonesia. Maka lambat laun kita akan mengkonfirmasi bahwa kondisi yang ada ini adalah sebuah kondisi yang seharusnya.

Sama juga dengan budaya kerja. Bila kita bekerja di tempat dengan budaya kerja “ajaib”. Dan mayoritas staff lainnya sudah terkena “virus” ajaib, maka bukan hal yang mustahil kita nantinya akan terkena virus yang “ajaib” ini.

Lalu seandainya ada dokter yang ingin menyembuhkan virus ini, tentunya harus dilakukan asesmen terlebib dahulu. Untuk tahu apa penyebabnya, untuk tahu apa yang bisa diubah.

“If you can’t measure it, you can’t improve it”

Rumus perubahan sebenarnya bukan sebuah rumus yang saklek dan tertulis dalam buku-buku pekerjaan sosial. Tapi rumus ini saya dapatkan secara lisan dari mata kuliah Pekerjaan Sosial dengan Masyarakat yang pada waktu itu diampu oleh Bapak Aribowo di STKS Bandung.

Tahu

Variabel pertama dari rumus perubahan ini adalah Tahu. Individu, keluarga, kelompok atau masyarakat tahu tentang tiga hal:

  • Kondisi mereka
  • Kondisi ideal
  • Menyadari bahwa perlu adanya suatu perubahan

Tahap pertama ini merupakan tahap yang paling krusial menurut saya. Tahap penyadaran bahwa mereka sebenarnya bermasalah. Perlu seni tersendiri dalam mengungkap tahap pertama ini.

Mudah apabila klien yang ditangani adalah klien yang datang sendiri kepada pekerna sosial. Yang menjadi seni tersendiri adalah apabila klien adalah klien yang terpaksa. Terpaksa karena dirinya sedang dalam penanganan instansi tertentu, yang mewajibkan perlunya ada penanganan pekerja sosial.

Dihindari kondisi dimana klien dapat tersinggung dengan masalahnya sendiri. Karena seringnya klien tidak siap mendengarkan masalahnya sendiri. Tidak siap mengakui bahwa dirinya bermasalah. Denial.

Setelah sasaran intervensi sudah memahami rumus TAHU ini, maka pekerja sosial atau fasilitator dapat bergerak ke rumus selanjutnya dalam memberikan pelayanan.

Mau

Bergeraklah kita dalam tahap yang kedua di dalam rumus perubahan. Mau.

Setelah klien tahu tentang masalahnya. Tentang kondisinya, dan mampu mengukur dirinya sendiri dengan dibandingkan dengan pembanding yang realistis. Maka pekerja sosial perlu memberikan penguatan-penguatan agar ketahuan klien ini dapat dikonversi dengan bahan bakar kemauan.

Disini peran pekerja sosial cukup besar, dan dapat dibilang tantangannya cukup rumit.

Karena kita ketahui bersama. Banyak diantara kita, termasuk saya sendiri yang sebenarnya tahu bahwa ada masalah, tetapi tidak memiliki kemauan untuk mengubahnya.

Entah karena kesibukan, tidak ada sumber daya, atau sekedar memang tidak mau untuk melakukan perubahan.

Saya sendiri awalnya cukup sederhana menjelaskan kepada klien-klien saya. Saya sampaikan, “semua orang bisa direhabilitasi, tapi belum tentu semua orang bisa pulih.”

Karena rehabilitasi sosial memang diwajibkan bagi klien, tetapi kepulihan klien ke kondisi awal sebelum adanya masalah adalah pilihan dari masing-masing individu. Harapan saya dengan menyampaikan seperti itu, menjadi trigger awal agar klien mau secara sukarela ikut andil dalam menentukan masa depannya.

Kami sebagai pekerja sosial hanya memfasilitasi perubahan-perubahan bagi klien melalui kegiatan dan terapi yang sudah disusun. Dan biasanya hanya antara 3 sampai dengan 6 bulan. Selebihnya dari waktu tersebut adalah keputusan klien.

Apa si klien akan tetap di jalan hidupnya yang rawan berpapasan dengan masalah, atau mau berubah mencari jalan lain yang lebih sesuai.

Seandainya juga tidak tumbuh kemauan dalam dirinya, biasanya peran significant others dari lingkungan klien yang dapat digerakkan untuk membantu memecahkan masalah klien.

Pendekatan setiap orang akan berbeda dalam menangani klien, dan itu akan terlihat bagaimana dia mengubah klien yang sebelumnya tahu tentang masalahnya menjadi mau untuk merubah masalahnya.

Mampu

Mampu adalah tahap terakhir dalam rumus perubahan sederhana ini. Setelah klien tahu tentang masalahnya. Mau untuk melakukan perubahan akan masalahnya. Maka tahap terakhir adalah pekerja sosial membantu klien agar mampu melakukan perubahan terhadap masalahnya.

Peran pekerja sosial disini tidak seberat dua peran sebelumnya menurut saya, meskipun juga masih sangat-sangat penting. Karena klien sudah tahu masalahnya dan mau untuk melakukan perubahan untuk menangani masalahnya.

Maka tugas utama pekerja sosial adalah meningkatkan kapasitas klien dalam memenuhi kebutuhannya guna menghadapi masalah-masalahnya. Intervensi yang dilakukan pun kasuistik tergantung masalah yang dialami oleh klien.

Akhir

Apabila diibaratkan rumus perubahan ini dalam kegiatan menyalaman api unggun.

Tahap tahu, adalah tahap individu mengetahui bahwa api tidak menyala dan udara sudah mulai dingin. Individu ini tahu apabila tidak ada api menyala maka ada masalah yang dapat timbul seperti hypotermia dan serangan hewan buas.

Tahap mau, tahap mau adalah seseorang sudah mengetahui bahwa tanpa adanya api, malam hari akan berbahaya. Dan muncul keinginan dari dirinya untuk membuat api. Sudah bertekad bulat untuk mencari ranting kayu.

Tahap mampu, adalah tahap dimana individu mampu mencari kayu yang dapat digunakan menjadi bahan membuat api. Membuat bara api dengan alat-alat yang ada, dan membesarkan juga menjaga api agar tetap menyala.

© Radityo Bimo Kartiko Aji, S.Tr.Sos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.